PENDIDIKAN

Cara Melatih Fokus Anak agar Lebih Semangat Belajar

5 Metode pembelajaran harus disesuaikan dengan usia anak-anak

Tipsnesia.com Melatih fokus anak dalam proses belajar mengajar tentu tidaklah mudah. Kita sering menghadapi anak-anak yang fokusnya masih belum terarah, apalagi untuk anak di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak yang masih berada di tingkat PAUD, proses belajarnya adalah bermain sambil belajar, karena seusia mereka belum bisa tenang saat di kelas.

Tentu saja masing-masing guru PAUD memiliki cara dan trik yang berbeda-beda untuk mendidik anak didiknya yang fokusnya masih bermain. Jika di ibaratkan, mereka itu seperti kertas putih, tentu mereka masih polos, sehingga seorang guru yang dituntut untuk mengisi kertas tersebut dengan cara persuasif dan kreatif.

Sudah tidak lazim pada zaman digital ini, proses pendidikan terhadap anak menggunakan cara-cara yang konvensional, apalagi dengan melakukan pressure yang cenderung dapat menyakiti anak secara psikologis, tentu hal tersebut tidak dibenarkan.

Beberapa Cara Untuk Melatih Fokus Anak agar lebih giat belajar.

Seorang guru harus memahami dengan benar masing-masing peserta didiknya. Terutama pada aspek psikologis dengan latar belakang anak itu sendiri. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa anak didik yang datang ke sekolah, dilatarbelakangi oleh tekanan psikologis dari orang tuanya.

Sehingga ketika menghadapi proses pembelajaran dikelas, justru anak menjadi uring-uringan, dan membuat konsentrasinya tidak menentu, tentu seorang guru tidak bisa memaksakan kehendaknya terhadap anak tersebut. Untuk itu mari kita bahas cara-cara untuk melatih konsentrasi pada anak-anak.

5 Cara Melatih Fokus Anak agar Lebih Giat Belajar
Cara Melatih Fokus Anak agar lebih giat belajar – tipsnesia.com

1. Melatih Kebiasaan pada anak

Kembali pada dunia anak, di mana ruang aktivitas anak yaitu bermain, tetapi jangan lupa bahwa ada waktu yang harus dibagi, waktu yang harus diatur orang tua yang bekerja sama dengan gurunya. Memang tidak mudah untuk melatih konsentrasi pada anak, apalagi anak yang masih umur 3 tahun, jelas lebih sulit dari anak yang sudah berada di bangku Sekolah Dasar.

Anak yang masih berada di tingkat PAUD, konsentrasi belajarnya memang lebih sedikit, sehingga guru harus memahami betul kapan waktunya mereka untuk berkonsentrasi.

Salah satu hal cara untuk melatih konsentrasi adalah melatih anak fokus pada pelajaran yang sangat disukai, misalnya pelajaran menyanyi. Pelajaran tersebut, rata-rata semua anak yang masih berada di tingkat PAUD akan sangat senang dengan lagu-lagu. Kemaslah pembelajaran dengan konten lagu yang menarik agar mudah direkam oleh anak.

2. Memiliki Ruang belajar menarik

Cara melatih fokus anak yang lainnya adalah berkaitan dengan tempat belajar sangat mempengaruhi psikologis anak, di mana tempat yang nyaman, aman dan indah cenderung membuat anak lebih betah belajar disekolah.

Lokasi belajar yang nyaman bagi anak, pastinya dapat membuat mereka senang berinteraksi baik dengan gurunya atau dengan teman sebayanya. Bagi anak yang masih berada di tingkat PAUD, tempat menjadi suatu keharusan yang buat senyaman mungkin demi keberlangsungan proses belajar dan mengajar.

3. Membiasakan dan melatih mandiri

Cara melatih fokus pada anak lainnya membiasakan dan melatih anak-anak untuk mandiri. Dalam konteks ini, yang hendak dituangkan oleh penulis pada anak yang masih duduk ditingkat paling dasar yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Anak pada usia tersebut, merka pasti tidak bisa lepas dari ketiak orang tuanya, dan memang cukup susah untuk ditinggalkan. Bahkan ketika berada di ruang kelas, terutama ibunya bisa ikut sekolah pasalnya anak tidak bisa ditinggalkan keluar meski sebentar.

Cara paling sederhana yang dilakukan secara bertahap, pelan-pelan anak harus terus berinteraksi dengan guru dan teman sebayanya. Sehingga anak dapat merasa senang di lingkungan sekolah dan merasa nyaman, secara otomatis perlahan anak bisa ditinggal oleh ibunya.

4. Memberikan Ruang kemerdekaan berekspresi

Pada usia ini anak tidak perlu ditekan untuk belajar. Karena memang dunianya adalah bermain baik dengan teman, namun perlu disisipkan permainan yang bersifat edukatif.

Pada dasarnya anak memiliki kebebasan dan kemerdekaan yang harus tetap diperhatikan baik oleh orang tuanya maupun oleh gurunya.

5. Melatih Fokus dengan mainan yang disukai

Cara melatih fokus anak lainnya adalah memberi mainan yang bersifat edukatif yang mampu merangsang anak untuk bisa belajar dengan senang. Mainan yang memiliki nilai edukatif merupakan salah satu pilihan bagi pengelola pendidikan, khususnya untuk yang masih berada ditingkat PAUD.

Cara melatih anak dengan mainan bernilai edukatif, pastinya akan merangsang daya pikir dan potensi anak-anak untuk lebih giat lagi dalam belajar, tanpa ada paksaan dari siapapun termasuk gurunya.

Demikian beberapa cara yang bisa diterapkan dengan cara yang kreatif, sehingga anak akan lebih mudah memahami pembelajaran. Menigkatkan konsentrasi juga dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.

Author - Tipsnesia

Insan bumi sederhana yang berusaha bermanfaat untuk banyak orang lain melalui berbagai macam informasi yang di muat di dalam artikel website Tipsnesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button