IBU HAMIL

Protein Urine Pada Ibu Hamil, Gejala, Risioko & Mengatasinya

Protein urine pada ibu hamil, tentu perlu di ketahui gejala dan penyebabnya bagi semua ibu hamil. Protein yang berlebih pada urine ibu hamil dianggap sangat membahayakan jika tidak segera ditangani.

Olehkarena protein urine yang berlebih pada ibu hamil merupakan hal yang tidak normal. Kondisi tersebut sebenarnya bisa terjadi tapi biasanya hanya sesekali, dan bukan dalam kejadian yang berulang.

Gejala Protein Urine Pada Ibu Hamil

Kelebihan Protein urine pada ibu hamil umumnya ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Sering buang air kecil
  • Terdapat busa atau gelembung pada air kencing
  • Kram otot setiap malam
  • Bengkak pada area wajah, kaki, dan tumit
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Cepat merasa lelah
  • Pernafasan menjadi sedikit bermasalah

Tanda-tanda diatas menjadi peringatan yang harus di perhatikan bagi ibu hamil. Jika terjadi tanda-tanda tersebut sebaiknya segera datang ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab Protein Urine Pada Ibu Hamil

Penyebab Adanya Protein di dalam Urine Ibu Hamil
Penyebab Adanya Protein di dalam Urine Ibu Hamil

Selama proses kehamilan biasanya akan di lakukan tes urine untuk mendeteksi penyakit maupun mengurangi resiko adanya Protein urine pada ibu hamil.

Dari pemeriksaan tersebut bisa di dapatkan informasi mengenai kadar urine dan rasio albumin yang terkandung dalam urine. Dikatakan abnormal jika :

  • Kadar urine lebih dari 300mg / 24 jam
  • Rasio albumin berbanding dengan kreatin urine 30 mg/dl atau lebih

Penyebab abnormal suatu tes urine, sebagai berikut :

1. Preeklampsia

Preeklampsia adalah salah satu penyebab adanya protein di dalam urine ibu hamil yang cukup sering terjadi. Namun, dibutuhkan pemeriksaan pendukung lainnya seperti tes darah, pemeriksaan tekanan darah, dan USG.

2. Sindrom HELLP

Pada kasus preeklampsia, mungkin akan mengalami komplikasi kehamilan bernama HELLP syndrome. Sindrom HELLP yaitu singkatan dari tiga kondisi berikut ini :

  • H (hemolysis), merupakan rusaknya sel darah merah yang berguna mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.
  • EL (elevated liver enzymes), yaitu peningkatan kadar enzim karena terdapat gangguan fungsi hati.
  • LP (low platelets count), yaitu kadar trombosit yang menurun sehingga mengganggu proses pembekuan darah.

Sindrom ini hanya dapat diketahui jika terdapat kelebihan protein urine pada ibu hamil. Akibatnya, sindrom HELLP sulit didiagnosis.

3. Kerusakan pada ginjal

Protein urine pada ibu hamil berlebih merupakan salah satu pertanda adanya kerusakan fungsi ginjal, baik berupa penyakit glomerulonefritis maupun gagal ginjal kronis.

Jumlah albumin atau protein urine normal adalah kurang dari 30 mg/ hari. Namun, pada penderita penyakit ginjal kadarnya di atas 30 mg/ hari.

Kelebihan protein dalam urine ini tidak hanya terjadi pada ibu hamil, melainkan bisa terjadi pada siapapun termasuk anak-anak.

4. Diabetes gestasional

Protein urine pada ibu hamil yang berlebih bagi ibu hamil selanjutnya di sebabkan diabetes gestasional. Kondisi kelebihan kadar gula ini biasanya terjadi saat trimester kedua.

Diabetes gestasional bisa dialami meskipun sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit diabetes.

Biasanya, kadar gula akan kembali normal setelah melahirkan. Jika pola makan tidak diperbaiki, diabetes akan tetap kambuh setiap kali hamil.

5. Infeksi saluran kencing

Protein urine pada ibu hamil mungkin saja disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran kencing pada ibu hamil. Ibu hamil lebih berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih, terutama saat perut mulai membesar. Ini biasanya terjadi karena ibu hamil sering menahan kencing.

6. Penyakit autoimun dan kanker

Protein urine pada ibu hamil perlu di waspadai jika terdapat protein berlebih dalam urine pada ibu hamil adalah penyakit autoimun.
Antibodi yang terdapat dalam tubuhnya menyerang dirinya sendiri, kondisi tersebut termasuk glomerulus.

Glomerulus merupakan bagian organ ginjal yang berfungsi untuk menyaring zat sisa dan membuang cairan berlebih dari tubuh. Akibatnya, terdapat kelebihan protein yang dibuang melalui urine.

7. Dehidrasi

Kekurangan cairan bisa diatasi dengan memperbanyak minum air putih. Selain itu perbanyak makan buah-buahan yang banyak mengandung air.

Meskipun terkesan sederhana, dehidrasi saat hamil perlu di waspadai. Selain dapat membuat tubuh lemas, kondisi tersebut dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Apa Risiko Protein Urine Ibu Hamil jika Tidak ditangani

Jika tidak segera di tangani, maka akan semakin parah. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan nyawa ibu, tetapi juga dapat membahayakan janin seperti:

  • Bayi lahir prematur
  • Janin gagal berkembang (IUGR)
  • Bayi kekurangan nutrisi
  • Bayi lahir cacat
  • Berat badan lahir rendah (BBLR)
  • Keguguran
  • Bayi lahir mati (stillbirth)

Cara Mengatasi Protein Urine Ibu Hamil

Untuk memastikan penyakit yang di derita dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan detail. Karena kelebihan protein urine merupakan salah satu gejala bukan suatu penyakit.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Tes darah rutin,
  • Pemeriksaan USG, rontgen, atau MRI
  • Biopsi yaitu dengan memeriksa sampel jaringan tubuh.

Pemeriksaan tersebut dapat memberikan jawaban tentang penyakit yang sebenernya di derita pasien. Sehingga dokter akan mudah memberikan pengobatan atas penyakit tersebut.

Cara Mengurangi Resiko Protein Urine Ibu Hamil

Cara Mengurangi Resiko Adanya Protein dalam Urine
Cara Mengurangi Resiko Adanya Protein dalam Urine

Tentu saja sebagai ibu hamil perlu mewaspadai agar tidak terjadi gejala-gejala tersebut. Ada beberapa cara untuk menurunkan resiko protein berlebih dalam urine, yaitu :

1. Atur konsumsi gula

Gula yang berlebih dapat membuat kadar gula dalam darah menjadi meningkat. Sehingga dapat menimbulkan penyakit diabetes selama proses kehamilan.

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang di tandai dengan adanya kelebihan protein dalam darah. Jadi sebaiknya konsumsi gula di batasi.

2. Atur berat badan

Berat badan yang berlebih juga tidak baik bagi ibu hamil. Masalah ini jika di teruskan akan mengganggu fungsi ginjal pada ibu hamil.

Penurunan fungsi ginjal pun merupakan penyakit yang mempunyai gejala awal terdapat protein berlebih dalam urine.

3. Istirahat yang cukup

Melakukan Istirahat yang cukup akan membuat ibu hamil tidak mengalami stress yang berlebih. Hal tersebut juga akan mengurangi resiko munculnya protein berlebih dalam urine.

4. Minum banyak air putih

Air putih yang cukup dapat mengurangi resiko ibu terkena dehidrasi. Dehidrasi dapat memicu adanya protein yang berlebih dalam urine. Sehingga minum air putih tidak boleh di kesampingkan.

Nah, itulah informasi mengenai Protein berlebih dalam urine ibu hamil yang perlu di waspadai. Jika hal tersebut terjadi semoga informasi diatas bisa berguna dan bisa menambah pengetahuan ..

Author - Tipsnesia

Insan bumi sederhana yang berusaha bermanfaat untuk banyak orang lain melalui berbagai macam informasi yang di muat di dalam artikel website Tipsnesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button